Header Ads

Serka Ngalimin : Pembongkaran Makam Bayi Gegerkan Warga Mertasinga


Penulis: Sutaryo

PostNews l Cilacap - Menurut Babinsa Koramil 18/Cilacap Utara, Kodim 0703/Cilacap Serka Ngalimin, makam bayi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mbeji Jalan Landak, Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap dibongkar. Peristiwa yang mengegerkan warga itu terjadi pada, Jumat (12/1/2018) pagi.

Kata Serka Ngalimin saat menerima laporan,  pembongakran makam, makam bayi, di TPU Mbeji Cilacap mengatakan, Petugas Inafis (ndonesia Automatic Fingerprint Identification System) Polres Cilacap melakukan olah TKP makam yang dibongkar di Kelurahan Mertasinga Kecamatan Cilacap Utara.

Babinsa Serka Ngalimin menjelaskan, kejadian tersebut pertama kali Dul Aspar (43) Warga Gumilir yang kebetulan melintas di lokasi sekitar pukul 05.30 WIB itu, kaget setelah melihat makam dalam kondisi berantakan. Atas temuannya, Dul Aspar melaporkan ke aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Lanjut Ia, Makam yang dibongkar adalah sebuah makam bayi yang lahir baru 40 hari yang lalu putra dari Taswan (34) dan Karsiyah (Ibu alm) alamat Jl. Landak Tengah Rt. 04 Rw. 03 Kelurahan Mertasinga.
Meninggal dunia (MD) Pukul 04.00 Wib di Rumah Sakit Afdila Jl.Sukarno-Hatta, Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap.

"Baru diketahui tadi, kemungkinan pembongkaran dilakukan pada malam atau dini hari,” jelasnya.

Selain itu, pihak Kepolisian yang mendapat laporan tersebut, langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP. Inafis Sat Reskrim Polres Cilacap dengan dibantu oleh Babinsa dan warga membongkar makan tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan mayat bayi tersebut kembali di makamkan di lokasi semula.



Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.